Tentang Ikastara
Ikastara adalah Ikatan Alumni SMA Taruna Nusantara, sebuah sekolah berasrama penuh di Magelang, Jawa Tengah. Organisasi ini didirikan pada tahun 1994, dua tahun setelah SMA Taruna Nusantara meluluskan angkatan pertamanya.
Hingga Agustus 2011, SMA Taruna Nusantara telah meluluskan 19 angkatan, dengan total alumni sejumlah 5.334 orang yang tersebar baik di seluruh Nusantara, maupun di luar negeri. Saat ini para alumni yang bermukim di Amerika Serikat, Australia, Austria, Belanda, Inggris, Jepang, Jerman, Malaysia, Perancis, Selandia Baru, Singapura, dan beberapa negara di Semenanjung Arab.
Tujuan berdirinya Ikastara adalah sebagai wadah untuk membangun jaringan antar alumni lintas-angkatan melalui pertukaran informasi dan pengetahuan, yang sekaligus bermanfaat bagi perkembangan karir tiap alumni di profesinya masing-masing. Hal ini pada akhirnya menjadi satu landasan bagi lulusan SMA Taruna Nusantara untuk berkontribusi di masyarakat, sebagaimana tertuang dalam janji alumni:“Senantiasa memberikan karya terbaik bagi masyarakat, bangsa, negara, dan dunia.”
Secara resmi, Ikastara saat ini telah terdaftar sebagai Perhimpunan Ikastara, memiliki satu pusat kepengurusan di DKI Jakarta serta 22 cabang di berbagai kotamadya di Indonesia dan luar negeri. Selain itu, Ikastara juga terafiliasi dengan beberapa kelompok kajian dan peminatan yang berbentuk Badan Otonom, Badan Semi-Otonom, dan Komunitas.
Sekilas tentang SMA Taruna Nusantara
SMA Taruna Nusantara berdiri pada tanggal 14 Juli 1990, di kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Sekolah yang dikelola oleh Lembaga Perguruan Taman Taruna Nusantara (LPTTN) ini merupakan hasil kerjasama antara Yayasan Kejuangan Panglima Besar Sudirman (YKPBS) yang kini berada di bawah naungan Kementerian Pertahanan, dan Yayasan Kebangkitan Nasional (YKN) yang didirikan oleh Perguruan Taman Siswa.
Pola pendidikan yang diterapkan oleh SMA Taruna Nusantara merupakan gabungan antara pola pendidikan yang berlaku di lingkungan TNI dengan pola pendidikan yang berlaku di Taman Siswa. Dalam kehidupan kesehariannya, para siswa-siswi berinteraksi dengan rekan-rekannya dan para Pamong (pengajar dan staf sekolah) selama 24 jam sehari dalam konsep pola asah, asih dan asuh, yang merupakan ciri khas Perguruan Taman Siswa. Selain itu, untuk memupuk semangat nasionalisme dan patriotisme, siswa-siswi SMA Taruna Nusantara hidup dalam disiplin yang tinggi serta ditanamkan nilai-nilai yang selalu dijunjung oleh almamater: Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa.
Siswa-siswi SMA Taruna Nusantara berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka diterima dan dilantik secara resmi sebagai bagian dari keluarga besar SMA Taruna Nusantara setelah melalui serangkaian proses seleksi dan ujian yang ketat, mulai dari tes administratif, akademis, kesehatan, psikologis, kesamaptaan jasmani, dan wawancara. Karena proses seleksi yang sangat kompetitif ini, dari sekitar 7.000 orang pendaftar per tahunnya, LPTTN mencatat hanya antara 250 orang (1990-1995) sampai 330 orang (sejak 1996 sampai sekarang) yang diterima menjadi siswa-siswi SMA TN.
Untuk informasi lebih lengkap: http://taruna-nusantara-mgl.sch.id




(comments disabled)