<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ikastara</title>
	<atom:link href="http://www.ikastara.or.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.ikastara.or.id</link>
	<description>Ikatan Alumni SMA Taruna Nusantara</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Feb 2012 13:21:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Gusnadi Wiyoga: Prestasi di Tengah Keterbatasan</title>
		<link>http://www.ikastara.or.id/2011/12/gusnadi-wiyoga/</link>
		<comments>http://www.ikastara.or.id/2011/12/gusnadi-wiyoga/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Dec 2011 03:22:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cayindra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kekerabatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ikastara.or.id/?p=221</guid>
		<description><![CDATA[Ikastara berkesempatan hadir sebagai penonton pada taping program “Kick Andy” bersama presenter Andy F. Noya di Grand Studio Metro TV di Kedoya, Jakarta Barat pada hari Rabu, 7 Desember 2011. Kenapa Ikastara diundang? Karena salah satu narasumber sore ini adalah siswa SMA Taruna Nusantara bernama Gusnadi Wiyoga, TN 22, yang masih duduk di bangku kelas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ikastara berkesempatan hadir sebagai penonton pada <em>taping</em> program <em>“Kick Andy”</em> bersama presenter Andy F. Noya di Grand Studio Metro TV di Kedoya, Jakarta Barat pada hari Rabu, 7 Desember 2011. Kenapa Ikastara diundang? Karena salah satu narasumber sore ini adalah siswa SMA Taruna Nusantara bernama Gusnadi Wiyoga, TN 22, yang masih duduk di bangku kelas X.</p>
<p><a href="http://www.ikastara.or.id/wp-content/uploads/2011/12/Gusnadi-Wiyoga_Kick-Andy_3.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-222" title="Gusnadi-Wiyoga_Kick-Andy_3" src="http://www.ikastara.or.id/wp-content/uploads/2011/12/Gusnadi-Wiyoga_Kick-Andy_3-300x226.jpg" alt="" width="300" height="226" /></a></p>
<p><span id="more-221"></span>Yoga, sapaan akrab Gusnadi Wiyoga, diundang untuk hadir sebagai narasumber di Kick Andy, sesuai dengan tema Kick Andy kali ini, yaitu <em>&#8220;Prestasi di tengah Keterbatasan.&#8221;</em> Kata kuncinya adalah : Prestasi &amp; Keterbatasan.</p>
<p>PP Ikastara diwakili Kadiv Kekerabatan, Gamma Quieto Riantori, TN 8, bersama 2 orang alumni, Vidita Vergia Verena, TN 15 dan Ragga Sukma, TN 13, hadir tepat waktu, sekitar pukul 5 sore. Tanpa membuang waktu, registrasi ulang pun segera dilakukan untuk mendapat kupon penukaran <em>souvenir</em> dan <em>doorprize</em> di akhir acara.</p>
<p>Suasana di lobi Grand Studio Metro TV sore itu tampak meriah. Ratusan orang dengan pakaian batik, yang memang menjadi dresscode acara, tampak riuh mengobrol sambil diiringi musik akustik dari band setempat.</p>
<p>Alumni yang datang lalu segera menuju lantai 2 untuk <em>coffeebreak</em>. Ketika naik, sekelebat sosok yang kami yakini sebagai Ibu Sri Susiana Suryandari, selaku pamong pembimbing Yoga, melintas di depan kami. Tentu saja kami mempercepat langkah kami agar tak kehilangan beliau. Ternyata beliau cukup gesit dalam berjalan, mungkin faktor rutinitas beliau lari keliling kampus di SMA TN. Hwehehe. Akhirnya memang sudah jodoh, beliau berhenti karena di sana ada Yoga yang telah menunggu.</p>
<p>Sosok Yoga seperti kebanyakan sosok siswa tingkat pertama di SMA TN. Kurus dengan balutan PDPM (ya, sore itu Yoga berseragam PDPM kebanggaan SMA TN), warna kulit sedikit gelap  (mungkin efek PDK, hehe&#8230;), pendiam cenderung pemalu tapi dengan sorot mata tajam penuh semangat.</p>
<p>Dalam perbincangan bersama kami, Bu Susi dengan semangat bercerita tentang sosok Yoga yang luar biasa. Bagaimana Yoga merajut prestasinya sejak usia belia, khususnya di mata pelajaran matematika, hingga berkali-kali mewakili Indonesia dalam berbagai perlombaan matematika tingkat regional maupun internasional. Bagaimana Yoga yang jarang hadir di kelas karena aktivitasnya mengikuti perlombaan di luar sekolah, namun pada ujian terakhir, mampu meraih nilai sempurna untuk mapel matematika, fisika dan kimia. Bagaimana Yoga tanpa rasa sombong atau tinggi hati, bersedia menjadi mentor bagi teman-temannya yang butuh bimbingan khusus dalam mapel matematika. Dan lain-lain.</p>
<p><a href="http://www.ikastara.or.id/wp-content/uploads/2011/12/Gusnadi-Wiyoga_Kick-Andy_1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-223" title="Gusnadi-Wiyoga_Kick-Andy_1" src="http://www.ikastara.or.id/wp-content/uploads/2011/12/Gusnadi-Wiyoga_Kick-Andy_1-300x189.jpg" alt="" width="300" height="189" /></a></p>
<p>Pembicaraan kami terhenti ketika tim dari Kick Andy meminta Yoga dan juga Bu Susi untuk bersiap-siap dan make-up sebelum tampil. Kami pun bergegas masuk ke dalam studio untuk mencari tempat duduk.</p>
<p>Di dalam studio, yang ternyata dingin, penonton sudah ramai memenuhi slot tempat duduk yang disediakan. Kami mencari tempat duduk yang tersisa, dan akhirnya mendapat tempat di pojok kanan atas (kiri atas dari arah panggung). Bersamaan dengan itu, hadir pula Ketua 1 PP Ikastara, Hanif Widyanto, TN 13 dan anggota Divisi Sosial &amp; Kemasyarakatan, Listya Aderina, TN 13. Sehingga total rombongan kami menjadi 5 orang.</p>
<p>Yoga mendapat giliran tampil di segmen 2. Dengan langkah pasti, menempati sofa narasumber di samping Andy. Sementara Bu Susi mendapat kursi di deretan penonton paling depan, tepat di bawah panggung utama. Bersebelahan dengan pendiri Surya Institute, ahli fisika kenamaan Indonesia, Profesor Yohanes Surya, PhD.</p>
<p>Yoga memang terlihat agak gugup, namun berkat kelihaian Andy sebagai presenter, suasana kaku ini tak berlangsung lama.</p>
<p>Dengan tangkas, Yoga menjawab pertanyaan demi pertanyaan yang diajukan Andy.</p>
<p>Bagaimana dia memulai semuanya ketika duduk di kelas 6 SD Nanggulan, Sleman dan dikirim ke Hongkong (2007) untuk mengikuti lomba matematika mewakili Indonesia. Tidak menang memang, namun hal ini menjadi pemicu bagi Yoga untuk terus belajar dan mengembangkan diri.</p>
<p>Setahun berikutnya, Yoga yang kala itu duduk di kelas 7 SMPN 8 Jogjakarta dikirim ke Chiangmai, Thailand untuk mengikuti International Mathematics Competition (IMC) 2008. Kali ini, dia berhasil meraih Silver Prize Team Competition Award dan Bronze Medal Individual Competition Award sebagai persembahan untuk tanah airnya.</p>
<p>Emas perlombaan matematika yang pertama diraihnya terjadi di Olimpiade Sains Nasional (OSN) yang berlangsung di Jakarta tahun 2009. Yoga, yang waktu itu sudah duduk di kelas 8, menarik perhatian Lembaga Perguruan Taman Taruna Nusantara yang menawari Yoga kesempatan untuk bersekolah di SMA Taruna Nusantara Magelang, dengan beasiswa penuh.</p>
<p>Pada IMC 2010 di Incheon, Korea Selatan, Yoga mampu meraih medali perunggu., di tahun terakhirnya sebagai siswa SMP.</p>
<p>Yoga diterima di SMA Taruna Nusantara Magelang sebagai angkatan ke-22. Di SMA TN, Yoga terus berprestasi dengan raihan medali perak OSN 2011 di Manado. Hasil ini mengantarkan Yoga mewakili Indonesia di International Competitions and Assessment for Schools (ICAS) region Asia Pacific tahun 2011. Lagi-lagi medali perak berhasil direngkuhnya.</p>
<p>Satu pertanyaan Andy tentang IQ Yoga, dijawab oleh Bu Susi. 163!! Angka tersebut merupakan hasil tes IQ yang diikuti Yoga di Universitas Gadjah Mada. Andy terhenyak, dan secara bergurau, berkata bahwa IQ Yoga tersebut dua kali IQ-nya. Prof. Yohanes Surya tak mau kalah memberikan apresiasi. Beliau bercerita, bahwa ada anak didiknya yang memiliki IQ 157, kini telah menjadi seorang profesor di sebuah universitas terkemuka di Amerika Serikat. Prof. Yohanes menambahkan sebuah pesan, jika Yoga ada di tangan pendidik yang tepat, maka Yoga akan menjadi orang besar, seorang profesor Matematika kaliber internasional, seperti yang dicita-citakan Yoga.</p>
<p><a href="http://www.ikastara.or.id/wp-content/uploads/2011/12/Gusnadi-Wiyoga_Kick-Andy_2.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-224" title="Gusnadi-Wiyoga_Kick-Andy_2" src="http://www.ikastara.or.id/wp-content/uploads/2011/12/Gusnadi-Wiyoga_Kick-Andy_2-300x216.jpg" alt="" width="300" height="216" /></a></p>
<p>Di akhir acara, Yoga dan sejumlah narasumber yang lainnya mendapat apresiasi berupa uang tunai dari Dewan Asuransi Nasional yang hadir sebagai undangan.</p>
<p>Selesai taping, para anggota Ikastara yang hadir tak mau melewatkan kesempatan foto bersama Yoga dan Bu Susi. Ternyata di luar studio, telah menunggu Hipasdo Situmorang, TN 11, alumni yang bekerja di Metro TV. Sebenarnya ada satu lagi, Lori Singer, TN 11, namun posisinya sebagai reporter mengharuskan beliau untuk terjun meliput peristiwa lain.</p>
<p>Suatu jalan hidup yang sudah ditakdirkan Sang Maha Pencipta bagi Yoga, pelajar berprestasi yang lahir dari keluarga sederhana yang tinggal di Dusun Waringin Maguwoharjo, Depok, Sleman, Jogjakarta. Ayahnya, Sumardi, bekerja di rumah, mereparasi sepatu dan tas para tetangga dan kenalannya. Ibunya bekerja sebagai ibu rumah tangga.</p>
<p>Namun, kesederhanaan ini tidak menjadi hambatan bagi Yoga untuk berprestasi. Yoga sejak kecil terbiasa belajar sendiri, tanpa mengikuti bimbingan belajar khusus. Setiap malam, dia mengulang pelajaran yang diterimanya di sekolah dengan tekun.</p>
<p><a href="http://www.ikastara.or.id/wp-content/uploads/2011/12/Gusnadi-Wiyoga_Kick-Andy_4.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-225" title="Gusnadi-Wiyoga_Kick-Andy_4" src="http://www.ikastara.or.id/wp-content/uploads/2011/12/Gusnadi-Wiyoga_Kick-Andy_4-300x229.jpg" alt="" width="300" height="229" /></a></p>
<p>Yoga berhasil membuktikan bahwa dengan semangat ketekunan dan kerjakeras, keterbatasan bisa dilalui untuk mencapai prestasi. Selalu ada jalan bagi mereka yang mau berusaha.</p>
<p>Saksikan acara Kick Andy edisi ini di  Metro TV, hari Jumat 23 Desember 2011 mulai pukul 21.30 WIB.</p>
<p><em>Gamma Quieto Riantori, TN-8</em></p>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fwww.ikastara.or.id%2F2011%2F12%2Fgusnadi-wiyoga%2F&amp;title=Gusnadi%20Wiyoga%3A%20Prestasi%20di%20Tengah%20Keterbatasan" id="wpa2a_2"><img src="http://www.ikastara.or.id/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ikastara.or.id/2011/12/gusnadi-wiyoga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berkunjung ke Masa Depan ala Calon Insinyur Ikastara</title>
		<link>http://www.ikastara.or.id/2011/11/berkunjung-ke-masa-depan-ala-calon-insinyur-ikastara/</link>
		<comments>http://www.ikastara.or.id/2011/11/berkunjung-ke-masa-depan-ala-calon-insinyur-ikastara/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Nov 2011 14:53:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cayindra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dukungan Studi]]></category>
		<category><![CDATA[Ikastara Cabang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ikastara.or.id/?p=212</guid>
		<description><![CDATA[Kegiatan Sinergi Mahasiswa dan Praktisi (atau disingkat SMP) adalah kegiatan Ikastara yang sudah dilakukan sejak tahun 2008. Dulu kegiatan ini lebih dikenal dengan nama Students Meet Practitioners. Kegiatan ini mempertemukan adik-adik alumni yang masih mahasiswa di satu bidang tertentu dengan abang dan kakaknya yang sudah berprofesi di bidang tersebut. Tujuan utamanya jelas yaitu memberi gambaran [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kegiatan <strong>Sinergi Mahasiswa dan Praktisi</strong> (atau disingkat <em>SMP</em>) adalah kegiatan Ikastara yang sudah dilakukan sejak tahun 2008. Dulu kegiatan ini lebih dikenal dengan nama <strong>Students Meet Practitioners.</strong> Kegiatan ini mempertemukan adik-adik alumni yang masih mahasiswa di satu bidang tertentu dengan abang dan kakaknya yang sudah berprofesi di bidang tersebut. Tujuan utamanya jelas yaitu memberi gambaran bagi para mahasiswa tentang dunia kerja dan segala atributnya sekaligus mempererat tali silaturahim antar anggota Ikastara.</p>
<p><a href="http://www.ikastara.or.id/wp-content/uploads/2011/11/SMP-WeAreEnginner-1.jpeg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-214" title="SMP-WeAreEnginner-1" src="http://www.ikastara.or.id/wp-content/uploads/2011/11/SMP-WeAreEnginner-1-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /><br />
</a></p>
<p><span id="more-212"></span>Untuk kesempatan pertama di kepengurusan PP Ikastara periode 2011-2014, kegiatan SMP, yang merupakan program Divisi Dukungan Studi dilaksanakan bekerjasama dengan Ikastara Cabang Bandung, mengambil tema <em>“We are Engineers.”</em> Dari temanya sudah terlihat bahwa sasaran peserta acara ini adalah anggota Ikastara yang merupakan mahasiswa-mahasiswa jurusan teknik dan sains. Tempat acara dipilih di sebuah komplek villa berudara sejuk bernama Villa Istana Bunga di daerah Lembang, Bandung.</p>
<p>Hari Sabtu tanggal 12 November 2012 pukul 10.00, panitia dan beberapa peserta mulai terlihat berdatangan. Pada pukul 12.30, sebelum pembukaan, pembicara dan peserta yang sudah hadir dipersilakan makan siang. Acara makan siang ini spesial karena makanannya dimasak sendiri oleh adik-adik alumni putri anggota Ikastara Bandung! Menu nasi, soto ayam, dan sate telur puyuh dengan cepat menghilang dari meja makan.</p>
<p>Pukul 13.30 akhirnya acara dibuka secara resmi. Dengan dipandu pendahuluan oleh Kak Hertin TN7, Bang Maundri TN16 sebagai Ketua Ikastara Cabang Bandung menyampaikan sambutannya dengan mengajak semua rekan dan adik-adiknya untuk menyerap ilmu sebanyak-banyaknya dari abang dan kakak yang akan menjadi pembicara. Berikutnya, Ketua Umum Ikastara, Bang Deddi Nordiawan TN4 membuka acara secara resmi sambil tidak lupa berpesan pada adik-adik mahasiswa untuk selalu bersikap ilmiah, menikmati hidup, dan mencari jodoh, hehehe&#8230;</p>
<p><a href="http://www.ikastara.or.id/wp-content/uploads/2011/11/SMP-WeAreEnginner-4.jpeg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-215" style="border-style: initial; border-color: initial;" title="SMP-WeAreEnginner-4" src="http://www.ikastara.or.id/wp-content/uploads/2011/11/SMP-WeAreEnginner-4-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a></p>
<p>Sesi 1 pun dimulai dengan pembicara Bang Iman KR TN3 dan Kak Amelia Tetriana TN7. Kak Amel yang lulusan arsitektur ITB memaparkan kisahnya sebagai seorang arsitek dan juga pengusaha. Dalam pemaparannya, ia berpesan bahwa ilmu saat kuliah memang perlu, tapi sikap mental, attitude, dan komitmen untuk kerja keras itu yang penting. Sedang bang Iman, lulusan penerbangan ITB yang bekerja di Lion Air, dengan gaya kocaknya berhasil mengocok perut adik peserta melalui presentasinya yang penuh humor tapi sangat berisi. Salah satu renungan yang diberikan Bang Iman adalah quote ini : <em>“Kuliah itu kendaraan, pengalaman itu kemudinya, kebijaksanaan itu pengendaranya”.</em> Sesi ini ditutup dengan penyerahan cinderamata pada pembicara. Uniknya, cinderamata ini berupa gambar karikatur diri pembicara yang disiapkan oleh panitia secara diam-diam, wah semoga jadi surprise yang menyenangkan.</p>
<p>Pada sesi kedua, hadir 3 pembicara. Dua orang diantaranya, Bang Adhitya Herdiono TN5 dan Bang Maruly Fadila Situmeang TN6, adalah perwakilan dari praktisi di bidang manufaktur. Keduanya adalah lulusan teknik mesin (Bang Adhit dari UI dan Bang Maruly dari NUS). Sedang pembicara ketiga adalah Kak Wulan Asty TN8, engineer lulusan teknik industri ITB yang pernah bekerja sebagai jurnalis dan market researcher di AC Nielsen. Bang Adhit dan Bang Ruly memaparkan secara terstruktur tentang seluk beluk dunia pabrik. Dari penjelasannya yang detil, terlihat sekali kalau kedua abang ini sangat berpengalaman dan akrab dengan dunia pabrik. Terbayanglah, posisi-posisi apa saja yang bisa ditekuni oleh seorang insinyur di bidang manufaktur. Sedangkan Kak Wulan, memaparkan melalui slide yang sangat menarik tentang opsi dan pertimbangan kelanjutan studi serta survival guides atau tips-tips agar bertahan di dunia kerja.</p>
<p>Setelah 2 sesi, peserta yang datang semakin banyak dan semua masih tetap semangat mengikuti acara. Akhirnya, diputuskan untuk menunda break dan dilanjutkanlah acara dengan sesi ketiga yang diisi oleh Bang Agung Wicaksono TN3. Abang bergelar doktor ini tampil dengan penuh wibawa tapi diselingi humor. Beliau memaparkan tentang peran engineer di berbagai aspek kehidupan. Katanya “apapun profesi Anda, bermaknalah bagi manusia”. Adik-adik peserta terlihat mengangguk-ngangguk termotivasi dengan abang yang kharismatik ini.</p>
<p><a href="http://www.ikastara.or.id/wp-content/uploads/2011/11/SMP-WeAreEnginner-2.jpeg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-217" title="SMP-WeAreEnginner-2" src="http://www.ikastara.or.id/wp-content/uploads/2011/11/SMP-WeAreEnginner-2-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a></p>
<div>Setelah break shalat ashar, acara masih dilanjutkan dengan sesi ke-4. Sambil menyantap ubi-jagung saus fla yang disiapkan oleh adik-adik panitia putri, peserta diajak melihat kehidupan engineer yang berkarier sebagai akademisi. Sesi ini diisi oleh Bang Alexander Pratomo TN1 dan Bang Hargyo Tri Nugroho TN7. Bang Alec, yang seorang trainer berskala internasional, bercerita tentang pekerjaannya yang sering mengharuskannya keliling dunia. Beliau juga memberikan beberapa pesan terkait profesi pengajar. Menurut beliau menjadi pengajar itu syaratnya 3 yaitu : (1) harus tahan banting, (2) punya karakter mengajar, dan (3) membuat yang kompleks jadi simpel. Rasanya tidak ada yang bisa tidak setuju dengan pernyataan ini. Dalam kesempatan kedua di sesi ini, Bang Hargyo bicara tentang pilihan hidupnya sebagai dosen. Abang yang sekarang mengajar di Universitas Multimedia Nusantara Serpong ini mengatakan menjadi dosen adalah pengabdian. Prinsip hidupnya luar biasa “jangan hidup untuk uang, tapi inginkanlah uang untuk hidup”. Beliau juga menambahkan agar jangan terpikir jadi dosen jika akan menjadikan profesi itu sebagai pelarian atau tidak suka belajar tentang hal baru.</div>
<p>Pukul 17.30 sesi keempat berakhir dan peserta dapat kesempatan untuk kegiatan bebas. Semua berjanji akan kumpul kembali di ruangan pada pukul 19.00 untuk makan malam dan kegiatan games. Acara keakraban malam ini sangat seru, kocak, dan pastinya tidak akan dilupakan oleh para peserta. Ada games yang membuat acara tersebut benar-benar heboh, yaitu Adu Gombal. Pesertanya diharuskan merayu dengan gombalan-gombalan mereka. Peserta yang ikut adalah Bang Praba, Bang Maundri, Dimas ade, Ferdy, dan Yosandi sedangkan yang beruntung untuk dirayu adalah Sylvania dan Desi. Setelah mengeluarkan jurus-jurus ampuhnya, keluarlah dua raja gombal, yaitu Dimas Ade dan Ferdy yang mendapat hadiah berupa pulsa. Sylvania dan Desi yang berani menjawab gombalan abangnya juga diberi hadiah pulsa. Acara dilanjutkan dengan nonton bareng film-film TN yang kocak buatan adek-adek TN 18 dan TN 19. Suasana kekeluargaan, tawa, dan canda terus bersama seluruh peserta hingga hampir pukul 23.00 dan peserta pun beristirahat.</p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-216" style="border-style: initial; border-color: initial;" title="SMP-WeAreEnginner-3" src="http://www.ikastara.or.id/wp-content/uploads/2011/11/SMP-WeAreEnginner-3-300x230.jpg" alt="" width="300" height="230" /></p>
<p>Keesokan harinya, udara dingin menusuk tulang tidak menghalangi peserta untuk jalan-jalan dan berolahraga di sekitar villa. Panitia menyediakan 2 villa untuk kegiatan ini, satu villa digunakan untuk acara, tempat tidur pembicara, dan ruang shalat, sedangkan villa kedua dipakai untuk tempat tidur peserta dan dapur penyiapan konsumsi.</p>
<p>Setelah mandi dan sarapan nasi kuning, acara dilanjutkan dengan sesi 5 bertopik oil &amp; gas, yang diisi oleh Bang Jufenilamora TN5, Bang Widi Arianto TN7, Bang Afif Amrulloh TN10, dan Bang Adhitya Syarif TN13. Presentasi di sesi ini dilengkapi dengan gambar-gambar dari field minyak yang semakin memberi gambaran pada peserta tentang situasi yang harus dihadapi oleh orang-orang yang berprofesi di bidang ini. Bang Jufen menyebutkan “Kalau mau kerja di bidang (oil &amp; gas) ini, miliki kekuatan hati nurani, kenapaaa?? Karena godaannya besar.”</p>
<p>Sesi 6 yang merupakan sesi penutup bertopik technopreuneur atau kewirausahaan di bidang teknik. Abang-abang pengusaha yang sudah hadir adalah Bang Kwarta TN4, Bang Yudhi Kustiarno TN4, Bang Ismal Zeva TN7 dan Bang Rahmat Izwan TN13. Ada tambahan juga dari pembicara dadakan Bang David Ratadhi TN3. Sessi ini dipandu langsung oleh Bang Deddi, yang juga seorang pengusaha, dan berlangsung seru. Sambil menikmati pisang goreng dan bubur kacang ijo, peserta diajak mendengar kisah-kisah khas pengusaha. Ada cerita tentang paradigma orangtua tentang berwirausaha, pertanyaan klasik tentang modal, networking, dll. Semua dibahas dengan penuh antusias oleh para pengusaha-pengusaha Ikastara ini.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.ikastara.or.id/wp-content/uploads/2011/11/SMP-WeAreEnginner-5.jpeg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-218" title="SMP-WeAreEnginner-5" src="http://www.ikastara.or.id/wp-content/uploads/2011/11/SMP-WeAreEnginner-5-300x178.jpg" alt="" width="300" height="178" /></a></p>
<p>Sesi ke-6 berakhir pukul 12.30, menandakan seluruh pembicara telah menyampaikan materinya. Peserta terlihat puas dengan “pelajaran-pelajaran hidup” yang didapatkan dari kegiatan 2 hari tersebut. Mereka telah diajak “berkunjung” ke masa depan melalui sharing yang disampaikan oleh abang dan kakak pembicara.</p>
<p>Acara ditutup dengan laporan akhir dari Ketua Divisi Dukungan Studi PP Ikastara (Kak Hertin TN7) sebagai penanggung jawab kegiatan. Kakak ini menyampaikan terima kasih pada kurang lebih 80 peserta yang hadir, pada panitia dari pusat dan lokal, juga kepada para sponsor dan donatur. Bang Deddi Nordiawan pun menutup acara secara resmi dan seluruh yang hadir menyanyikan lagu Hymne Alumni. Setelah foto bersama dan makan siang, peserta pun kembali ke rumah masing-masing dengan banyak ilmu baru. Seluruh peserta mengaku sangat puas dan berkata kalau acara ini sangat bermanfaat untuk membuka wawasan mengenai dunia kerja. Terima Kasih Ikastara!</p>
<p><em>Ayuningtyas Hertianti TN7 &amp; Valid Hasyimi TN17</em></p>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fwww.ikastara.or.id%2F2011%2F11%2Fberkunjung-ke-masa-depan-ala-calon-insinyur-ikastara%2F&amp;title=Berkunjung%20ke%20Masa%20Depan%20ala%20Calon%20Insinyur%20Ikastara" id="wpa2a_4"><img src="http://www.ikastara.or.id/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ikastara.or.id/2011/11/berkunjung-ke-masa-depan-ala-calon-insinyur-ikastara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kunjungan ke TMP Kusuma Negara</title>
		<link>http://www.ikastara.or.id/2011/11/kunjungan-ke-tmp-kusuma-negara/</link>
		<comments>http://www.ikastara.or.id/2011/11/kunjungan-ke-tmp-kusuma-negara/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Nov 2011 16:55:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cayindra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ikastara Cabang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ikastara.or.id/?p=199</guid>
		<description><![CDATA[Cuaca sore itu terbilang cerah, mengingat hari ini, 10 November 2011 adalah satu hari di musim penghujan. Langit kota Yogyakarta dan sekitarnya setiap hari diselimuti awan mendung, dan juga hujan yang terus turun, tetapi untungnya tidak untuk hari ini. Berbekal enam keranjang bunga mawar serta semangat hari pahlawan, saya dan sekitar 15 anggota Ikastara Cabang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Cuaca sore itu terbilang cerah, mengingat hari ini, 10 November 2011 adalah satu hari di musim penghujan. Langit kota Yogyakarta dan sekitarnya setiap hari diselimuti awan mendung, dan juga hujan yang terus turun, tetapi untungnya tidak untuk hari ini. Berbekal enam keranjang bunga mawar serta semangat hari pahlawan, saya dan sekitar 15 anggota Ikastara Cabang Yogyakarta mengunjungi Taman Makam Pahlawan Kusuma Negara.</p>
<p><a href="http://www.ikastara.or.id/wp-content/uploads/2011/11/Kunjungan-TMP-Kusuma-Negara_1.jpeg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-203" title="Kunjungan-TMP-Kusuma-Negara_1" src="http://www.ikastara.or.id/wp-content/uploads/2011/11/Kunjungan-TMP-Kusuma-Negara_1-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /><span id="more-199"></span></a></p>
<p>Acara sore hari itu cukup berbeda dengan kunjungan ke TMP yang dulu pernah saya lakukan ketika masih duduk di bangku SMA. Kali ini tak ada baris-berbaris, penghormatan kepada arwah pahlawan yang dipimpin dengan aba-aba, maupun upacara. Tetapi tentu saja tetap dengan rasa hormat dalam hati terhadap para pahlawan yang tak kalah besarnya dengan saat SMA dulu.</p>
<p>TMP Kusuma Negara sangat bersih dan rapi, dengan juru kunci makam sebanyak 38 orang. Terdapat pelataran yang biasa digunakan untuk upacara. Sebenarnya, juru kunci makam mempersilahkan kami melakukan upacara jika jumlah kami lebih dari dua puluh orang. Tetapi karena kurang dari 20 orang, kami tidak melakukan upacara dan langsung diarahkan menuju empat makam yang terlihat berbeda dengan yang lain, yaitu makam Hj. Siti Alfiah Soedirman, Jendral Soedirman, Jendral Oerip Soemohardjo, dan Menteri Soepeno. Keempat makam tersebut dibangun sedikit lebih tinggi dari makam lain, beralaskan lantai, dan berlangitkan atap.</p>
<p>Setelah melepas alas kaki masing-masing, kami duduk melingkar, kemudian dipimpin oleh Kak Yosefina Yustiani kami memulai acara sore hari itu. Tidak lama memang, hanya sekitar 30 menit kami berdoa dan sedikit berbincang tentang semangat kepahlawanan. Dalam 30 menit yang singkat itu pula kami mencoba “menyegarkan” kembali semangat kebangsaan, kejuangan dan kebudayaan yang kita hayati di bangku SMA dulu. Bang Cornelius Ferdian dan Bang Enade Perdana berbicara tentang betapa besar jasa-jasa para pahlawan, dan tanpa jasa mereka, tentu keadaan kita tidak semudah sekarang. Bang Cornelius Ferdian berkata bahwa kita yang tidak pernah dijajah, tidak akan pernah benar-benar mengerti bagaimana rasanya terjajah, dan hal inilah yang sering kali membuat manusia merdeka lupa bersyukur atas kemerdekaan yang mereka punya, dan juga lupa berterima kasih kepada pejuang yang berjasa atas kemerdekaannya tersebut.</p>
<p><a href="http://www.ikastara.or.id/wp-content/uploads/2011/11/Kunjungan-TMP-Kusuma-Negara_3.jpeg"><img class="aligncenter" title="Kunjungan-TMP-Kusuma-Negara_3" src="http://www.ikastara.or.id/wp-content/uploads/2011/11/Kunjungan-TMP-Kusuma-Negara_3-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Setelah itu, kami mulai bersama-sama menabur bunga. Terlihat pada saat itu banyak pengunjung yang sedang melakukan kegiatan yang sama, sehingga suasana sore di Taman Makam Pahlawan Kusuma Negara tampak sangat ramai. Enam keranjang mawar pun akhirnya habis, dan kami mulai berjalan keluar area makam. Acara sore itu diakhiri dengan kegiatan wajib, yaitu berfoto bersama <img src='http://www.ikastara.or.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Senang sekali rasanya, setelah meluangkan sedikit waktu di sela-sela kesibukan sehari-hari, untuk sekedar bersama-sama membangkitkan kembali semangat kepahlawanan. Tentu saja satu jam dalam setahun bukanlah waktu yang banyak untuk kita sejenak merenungi kembali jasa pahlawan, dan tentu saja sangat tidak sebanding dengan perjuangan mereka yang telah mengorbankan nyawa untuk Negara.</p>
<p><a href="http://www.ikastara.or.id/wp-content/uploads/2011/11/Kunjungan-TMP-Kusuma-Negara_2.jpeg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-204" title="Kunjungan-TMP-Kusuma-Negara_2" src="http://www.ikastara.or.id/wp-content/uploads/2011/11/Kunjungan-TMP-Kusuma-Negara_2-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Meneruskan perjuangan pahlawan tidaklah harus dengan mengangkat senjata. Berkarya dengan semua yang kita miliki, di bidang kita masing-masing adalah cara yang tepat untuk meneruskan perjuangan para pahlawan. Selamat Hari Pahlawan. Mari bersama-sama kita bekerja dengan keras, belajar dengan tekun, dan memberikan karya terbaik bagi masyarakat, bangsa, negara, dan dunia.</p>
<p><em>Anindita Hapsari, Ikastara Yogyakarta</em></p>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fwww.ikastara.or.id%2F2011%2F11%2Fkunjungan-ke-tmp-kusuma-negara%2F&amp;title=Kunjungan%20ke%20TMP%20Kusuma%20Negara" id="wpa2a_6"><img src="http://www.ikastara.or.id/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ikastara.or.id/2011/11/kunjungan-ke-tmp-kusuma-negara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tapak Awal Sinergi Keluarga Besar Taruna Nusantara</title>
		<link>http://www.ikastara.or.id/2011/10/tapak-awal-sinergi-keluarga-besar-taruna-nusantara/</link>
		<comments>http://www.ikastara.or.id/2011/10/tapak-awal-sinergi-keluarga-besar-taruna-nusantara/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Oct 2011 01:02:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kidhahn</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kekerabatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ikastara.or.id/?p=168</guid>
		<description><![CDATA[“Gairah kami untuk berkarya sedang membuncah, maka sinergi kita semua menjadi pilihan tak terhindarkan&#8230;” Demikian ditegaskan oleh Deddi Nordiawan (TN4), Ketua Umum PP Ikastara ketika memberikan sambutan dalam Forum Silaturahmi Ikastara pada hari Sabtu 1 Oktober 2011. Acara yang bertempat di Restoran Sari Kuring SCBD Jakarta tersebut, selain dihadiri perwakilan Alumni dari beberapa profesi, juga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;"><em>“Gairah kami untuk berkarya sedang membuncah, maka sinergi kita semua menjadi pilihan tak terhindarkan&#8230;” </em></p>
<p style="text-align: left;">Demikian ditegaskan oleh <strong>Deddi Nordiawan</strong> (TN4), Ketua Umum PP Ikastara ketika memberikan sambutan dalam Forum Silaturahmi Ikastara pada hari Sabtu 1 Oktober 2011. Acara yang bertempat di Restoran Sari Kuring SCBD Jakarta tersebut, selain dihadiri perwakilan Alumni dari beberapa profesi, juga mengundang Kepala SMA TN, Kepala LPTTN, Komite Sekolah dan perwakilan Orang Tua Alumni.</p>
<p><a href="http://www.ikastara.or.id/wp-content/uploads/2011/10/DSC_0089-resized.jpg"><img class="size-medium wp-image-169 aligncenter" style="border-style: initial; border-color: initial;" src="http://www.ikastara.or.id/wp-content/uploads/2011/10/DSC_0089-resized-300x199.jpg" alt="Foto Bersama" width="300" height="199" /></a><span id="more-168"></span></p>
<p>Sejak pukul 10 WIB, para tamu undangan mulai sudah mulai mengisi ruangan VIP Sari Kuring. Pada pukul 11.10, acara dibuka oleh MC <strong>David Ratadhi</strong> (TN3) yang memaparkan dengan semangat mengenai pentingnya sinergi alumni dengan berbagai pemangku kepentingan SMA TN termasuk orang tua.</p>
<p>Pemaparan pertama dimulai oleh Ketua Umum Ikastara yang menjelaskan mengenai peta persebaran dan pemetaan profesi alumni di berbagai bidang, baik sipil maupun militer. Anggota Ikastara yang saat ini berjumlah lebih dari dari 5300 orang memiliki potensi yang luar biasa, dan PP Ikastara terus mendukung terwujudnya jejaring dan sinergi antar alumni demi kepentingan bersama. Pemaparan ini juga didukung oleh perwakilan beberapa profesi, antara lain <strong>dr. Herbert Situmorang SpOG </strong>(TN2) wakil profesi bidang kesehatan, <strong>Andy Arvianto</strong> (TN6) sebagai wakil profesi bidang Energi (Migas), <strong>Tribuana Wetangterah</strong> (TN1) sebagai wakil profesi bidang keuangan negara dan <strong>Alexandra Ryan</strong> (TN3) mewakili para <em>banker</em>.</p>
<p>Deddi Nordiawan kemudian menjelaskan mengenai keinginan yang menguat dari alumni untuk memberikan kontribusi bagi almamater tercinta SMA Taruna Nusantara. Selain itu, Ikastara juga mulai merapatkan barisan untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui berbagai kegiatan <strong>Ikastara Berkarya</strong>. Beliau juga menjelaskan mengenai tantangan yang dihadapi dalam melakukan sinergi berbagai kluster pergerakan alumni. Oleh karena itu, <strong>sinergi</strong> antara alumni, LPTTN, SMA TN, dan orang tua sebagai keluarga besar SMA TN perlu segera diwujudkan.</p>
<p>Acara dilanjutkan dengan beberapa pemaparan dan masukan dari pihak LPTTN, SMA TN, dan orang tua alumni/siswa<strong>. Laksda TNI (Purn) Hussein Ibrahim, MBA</strong> yang juga orang tua dari <strong>Hani Syarief</strong> (TN5) menegaskan mengenai cita-cita pendirian SMA TN untuk dapat menghasilkan kader-kader masa depan bangsa yang memiliki konsep kebangsaan yang baik dan kuat. Ikastara juga didorong untuk membuat tulisan berskala nasional untuk menggugah kesadaran bangsa.</p>
<p>Ketua LPTTN <strong>Laksamana Muda TNI (Purn) Yuwendy</strong> melanjutkan diskusi yang semakin hangat dengan menjelaskan mengenai kilas balik berdirinya SMA TN yang merupakan buah ide dan usaha dari <strong>Jenderal (Purn) Leonardus Benjamin Moerdani</strong> (alm). Saat itu, Benny Murdani melontarkan wacana pendirian “museum hidup” kepada kepala staf ABRI saat itu untuk mencegah degradasi nilai Kejuangan, Kebangsaan, dan Kebudayaan. Pak Yuwendy kemudian menjelaskan mengenai berbagai upaya yang saat ini beliau lakukan mempertahankan nilai-nilai tersebut, terutama nilai Pancasila yang memiliki peran penting bagi bangsa ini. <strong>Mayor Jenderal TNI (Purn) Raja Kami Sembiring Meliala</strong> sebagai orang tua alumni (<strong>Rania Ruth </strong>TN13) yang juga merupakan mantan Ketua Komite Sekolah periode 2003-2005 kemudian menjelaskan mengenai pentingnya pelestarian nilai-nilai SMA TN yang akan memastikan kualitas input siswa.</p>
<p><a href="http://www.ikastara.or.id/wp-content/uploads/2011/10/DSC_0080.jpg"><img class="size-medium wp-image-174 alignleft" src="http://www.ikastara.or.id/wp-content/uploads/2011/10/DSC_0080-199x300.jpg" alt="" width="199" height="300" /></a>Sesi pemaparan resmi ditutup dengan pengarahan dari Kepala SMA TN <strong>Brigjen TNI (Purn) Bambang Sumaryanto, SE., MM</strong> yang juga orang tua alumni (<strong>Adityantari </strong>TN17). Beliau menekankan bahwa Kepala SMA TN tidak cukup hanya “berpangkat jenderal” namun juga perlu mengikuti berbagai program Diklat Kepala Sekolah yang formal. Saat ini disinyalir telah terjadi berbagai pembiasan atas tegaknya nilai-nilai SMA TN serta pembiaran atas berbagai pelanggaran yang terjadi. Oleh karena itu, kepala sekolah berkomitmen untuk memperbaiki hal tersebut termasuk meningkatkan motivasi pamong untuk mempertahankan dan memperbaiki kualitas sekolah.</p>
<p>Setelah sesi makan siang, acara tetap hangat dengan <em>sharing</em> oleh beberapa orang tua siswa yang hadir. Ibu Yuli Kaunang (ibunda <strong>Mecko Kaunang</strong> TN15), Pak Tri Agus (ayah <strong>Arif Adriyanto</strong> TN17) dan Pak Yoestiono (ayah <strong>Vanessa </strong>TN18) secara bergantian menyampaikan <em>concern</em> dan harapan masing-masing. Sharing ditutup dengan pemaparan yang sangat inspiratif dari Istri Kepala Sekolah yang juga seorang psikolog mengenai pentingnya pendidikan berbasis karakter bagi siswa SMA Taruna Nusantara.</p>
<p>Hari yang penuh dengan <em>sharing</em> ide, gagasan, pengalaman, dan harapan mengenai keberlangsungan almamater itu pun berakhir dengan sesi foto bersama. Diharapkan, kegiatan ini dapat menjadi awal dari sinergi antar pemangku kepentingan SMA Taruna Nusantara demi terwujudnya karya Ikastara untuk masyarakat, bangsa, negara dan dunia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Hanif Adinugroho Widyanto (TN13)</em></p>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fwww.ikastara.or.id%2F2011%2F10%2Ftapak-awal-sinergi-keluarga-besar-taruna-nusantara%2F&amp;title=Tapak%20Awal%20Sinergi%20Keluarga%20Besar%20Taruna%20Nusantara" id="wpa2a_8"><img src="http://www.ikastara.or.id/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ikastara.or.id/2011/10/tapak-awal-sinergi-keluarga-besar-taruna-nusantara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penyambutan TN-19 Yogyakarta: Keceriaan &amp; Persaudaraan Hangat di Jogja</title>
		<link>http://www.ikastara.or.id/2011/10/keceriaan-dan-persaudaraan-yang-hangat-di-jogja-2/</link>
		<comments>http://www.ikastara.or.id/2011/10/keceriaan-dan-persaudaraan-yang-hangat-di-jogja-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Oct 2011 09:43:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herteen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dukungan Studi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ikastara.or.id/?p=126</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Pada hari jumat, 30 september 2011, untuk pertama kalinya setelah pembentukan pengurus baru, Ikastara Cabang Yogyakarta – bersama Divisi Dukungan Studi PP Ikastara- mengadakan acara yang bertajuk Halal Bihalal dan Penyambutan TN19. Acara dilaksanakan di rumah makan L’cost, yang terletak di Jalan Jembatan Merah Gejayan Yogyakarta. Sekitar 80 orang anggota Ikastara Cabang Yogyakarta berkumpul [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>Pada hari jumat, 30 september 2011, untuk pertama kalinya setelah pembentukan pengurus baru, Ikastara Cabang Yogyakarta – bersama Divisi Dukungan Studi PP Ikastara- mengadakan acara yang bertajuk Halal Bihalal dan Penyambutan TN19. Acara dilaksanakan di rumah makan L’cost, yang terletak di Jalan Jembatan Merah Gejayan Yogyakarta. Sekitar 80 orang anggota Ikastara Cabang Yogyakarta berkumpul untuk meramaikan acara ini. Tidak hanya anggota Ikastara Cabang Yogyakarta saja yang hadir, Bang Deddi Nordiawan selaku Ketua Umum Ikastara dan Kak Hertin selaku Koordinator Divisi Dukungan Studi PP IKASTARA pun turut hadir.</p>
<p><a href="http://www.ikastara.or.id/wp-content/uploads/2011/10/Jog1.jpg"><img class="size-medium wp-image-131 aligncenter" title="Jog1" src="http://www.ikastara.or.id/wp-content/uploads/2011/10/Jog1-300x238.jpg" alt="" width="300" height="238" /></a></p>
<p><span id="more-126"></span></p>
<p>Acara dibuka oleh sambutan dari Kak Ayu Rizqia TN12 selaku Ketua Ikastara Cabang Yogyakarta yang baru. Suara Kak Ayu mengingatkan saya pada acara di radio Swaragama setiap hari pukul  sembilan malam. Kak Ayu mengucapkan selamat datang kepada anggota baru Ikastara Cabang Yogyakarta, yakni adik-adik angkatan 19 yang baru saja memulai kehidupan barunya di bangku perguruan tinggi. Selain itu, Kak Ayu juga meminta saran dan masukan dari anggota Ikastara cabang Yogyakarta, yang bisa disampaikan melalui SMS ke Rekan Alumni Agi TN17. Setelah beberapa menit sambutan dari Kak Ayu, Kak Yusti TN15 membacakan susunan pengurus Ikastara Cabang Yogyakarta yang baru. Kemudian, Bang Deddi selaku Ketua Umum Ikastara menyampaikan sambutannya yang salah satu isinya adalah tentang buku, pesta, dan cinta. Menurut Bang Deddi, tiga hal itulah yang selalu ada di kehidupan mahasiswa. Selain itu Bang Deddi juga mengatakan bahwa Ikastara adalah rumah bagi para anggotanya. Bang Deddi yang datang jauh-jauh dari Jakarta bersama istri tercinta, merasa senang karena cukup banyak alumni yang hadir pada acara Halal Bihalal dan Penyambutan TN19 di Yogyakarta.</p>
<p>Ketika tiba waktunya perkenalan bagi adik-adik TN19, Adik Alumni Syuhudi, salah satu perwakilan TN19, mahasiswa jurusan teknik arsitektur UGM &#8211; memperkenalkan teman-teman seangkatannya satu-persatu. Sambutan meriah datang dari abang kakak angkatan, manakala nama adik sefakultasnya disebut. Sekitar 40 orang adik TN19 yang diperkenalkan pada kesempatan tersebut.</p>
<p>Kak Listya Aderina TN13 berbagi pengalaman berorganisasinya kepada kami, tentang betapa besar manfaat yang dapat diambil ketika kita mengikuti organisasi, tentang keuntungan memperoleh beasiswa, tentang pentingnya menentukan pilihan yang tepat, dan banyak hal lain yang tentu bermanfaat bagi kami semua.</p>
<p><a href="http://www.ikastara.or.id/wp-content/uploads/2011/10/jog2.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-132" title="jog2" src="http://www.ikastara.or.id/wp-content/uploads/2011/10/jog2-300x224.jpg" alt="" width="300" height="224" /></a></p>
<p>Saat yang dinanti-nanti telah tiba. Semua dipersilahkan duduk menuruk kluster keilmuan : kesehatan, teknik, ekonomi, hukum, dan fisipol.  Wajah-wajah ceria terlihat jelas ketika makanan mulai dihidangkan satu persatu. Suasana sangat ramai dengan obrolan sembari makan. Hal ini mengingatkan saya akan suasana makan di RKB  dulu, makan bersama-sama dengan menu yang sama, bercampur angkatan, diselingi obrolan2 meriah. Apalagi saat salah satu adik dari kluster teknik datang menghampiri meja kami (kluster kesehatan) dan menukar tempat nasinya yang kosong dengan tempat nasi kami yang masih setengah penuh. Benar-benar mirip RKB .</p>
<p>Dalam waktu singkat kami semua berhasil menghabiskan makanan, dan MC kembali hadir di tengah-tengah kami memimpin acara berikutnya yaitu <em>games</em>. Sebuah toples kecil berisi gulungan-gulungan soal seputar SMA TN tercinta, diedarkan dan ketika hitungan sampai 10, orang yang sedang memegang toples harus membukanya, mengambil satu kertas dan menjawab pertanyaan. Korban pertama adalah adik angkatan 19 dari kluster teknik, dia berhasil menjawab pertanyaan tentang kepanjangan KnKp dengan benar.</p>
<p>Peraturanpun diubah, menjadi lomba menjawab pertanyaan  per kluster. Lima soal telah disediakan, dan setelah satu soal dibacakan, tiap kluster berebut menjawab pertanyaan dengan sangat bersemangat. Kluster kesehatan yang diwakili Adik Damas TN19 mendapatkan kesempatan pertama menjawab pertanyaan : “ Kapan sajakah prosesi naik Tidar dilakukan?” Pertanyaan tersebut dijawab dengan salah, disambut dengan gelak tawa semua hadirin. Konsekuensinya, sehingga  salah satu perwakilan alumni dari kluster kesehatan dihukum <em>push up</em>. Abang Raymond TN16 maju dengan sigap dan penuh semangat melakukan tugas tersebut, layaknya siswa TN yang rutin melakukan <em>push up</em> setiap harinya.</p>
<p><a href="http://www.ikastara.or.id/wp-content/uploads/2011/10/jog3-pushup.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-133" title="jog3 pushup" src="http://www.ikastara.or.id/wp-content/uploads/2011/10/jog3-pushup-224x300.jpg" alt="" width="224" height="300" /></a></p>
<p>Suasana sangat meriah ketika masing-masing kluster berlomba-lomba menyanyikan lagu SMA TN. Sebagian besar alumni masih hafal lagu-lagu SMA TN. Kluster Hukum menyanyikan lagu Selamat Datang, Kluster kesehatan menyanyikan lagu Ayo Lari, Kluster Teknik menyanyikan lagu Halang Rintang, sedangkan Kluster ekonomi menyanyikan lagu Baret Biru. Kluster fisipol tidak mendapatkan kesempatan menyanyi karena para personelnya sudah meninggalkan tempat sebelum giliran mereka menyanyi tiba. Dengan juri Bang Deddi, Kak Hertin, serta Bang Cornel, Fakultas Teknik yang dinilai paling bersemangat dan kompak, sehingga Fakultas Teknik lah yang keluar sebagai pemenang.</p>
<p>Setelah <em>games</em> selesai, Kak Hertin menyampikan beberapa hal berkaitan dengan kegiatan Divisi dukungan studi, diantaranya mengenai saran dari teman-teman Ikastara Cabang Yogyakarta tentang tema apa yang diinginkan untuk diangkat dalam kegiatan Divisi Dukungan Studi. Perwakilan dari Kluster Ekonomi mengutarakan minatnya untuk diadakan <em>training</em> singkat seputar penulisan karya tulis.</p>
<p>Suasana masih meriah ketika waktu menunjukkan pukul 21.30 dan acara tersebut harus diakhiri. <em>Check sound</em> yang dipimpin Adik Damas TN19 sangat sempurna, tidak terdengar ada yang salah melakukan gerakan J . Dengan berakhirnya <em>Check Sound</em>, berakhir pula acara pada malam hari itu. Semua senang, semua tak sabar menantikan acara-acara Ikastara Cabang Yogyakarta berikutnya.</p>
<p><em>Anindita Hapsari TN17</em></p>

<a href='http://www.ikastara.or.id/2011/10/keceriaan-dan-persaudaraan-yang-hangat-di-jogja-2/jog1/' title='Jog1'><img width="150" height="150" src="http://www.ikastara.or.id/wp-content/uploads/2011/10/Jog1-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Jog1" title="Jog1" /></a>
<a href='http://www.ikastara.or.id/2011/10/keceriaan-dan-persaudaraan-yang-hangat-di-jogja-2/jog2/' title='jog2'><img width="150" height="150" src="http://www.ikastara.or.id/wp-content/uploads/2011/10/jog2-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="jog2" title="jog2" /></a>
<a href='http://www.ikastara.or.id/2011/10/keceriaan-dan-persaudaraan-yang-hangat-di-jogja-2/jog3-pushup/' title='jog3 pushup'><img width="150" height="150" src="http://www.ikastara.or.id/wp-content/uploads/2011/10/jog3-pushup-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="jog3 pushup" title="jog3 pushup" /></a>

<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fwww.ikastara.or.id%2F2011%2F10%2Fkeceriaan-dan-persaudaraan-yang-hangat-di-jogja-2%2F&amp;title=Penyambutan%20TN-19%20Yogyakarta%3A%20Keceriaan%20%26%23038%3B%20Persaudaraan%20Hangat%20di%20Jogja" id="wpa2a_10"><img src="http://www.ikastara.or.id/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ikastara.or.id/2011/10/keceriaan-dan-persaudaraan-yang-hangat-di-jogja-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Workshop Menulis Artikel Media Massa</title>
		<link>http://www.ikastara.or.id/2011/09/workshop-menulis-artikel-media-massa/</link>
		<comments>http://www.ikastara.or.id/2011/09/workshop-menulis-artikel-media-massa/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Sep 2011 15:44:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cayindra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hubungan Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Ikastara Publishing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ikastara.or.id/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Bagaimana cara memulai menulis? Mulai saja!&#8221; Demikian tegas Dodi Mawardi. Ia memandu peserta workshop &#8220;Menulis Artikel Media Massa,&#8221; yang diadakan di Rumah Ikastara, 24 September 2011. Mendengar itu, sekitar 15 orang alumni lintas-angkatan yang menghadiri acara ini semakin terllihat bersemangat untuk mengetikkan jari mereka di laptop masing-masing, memulai menulis, apapun itu. Ya, acara perdana yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>&#8220;Bagaimana cara memulai menulis? Mulai saja!&#8221; </em></p>
<p>Demikian tegas Dodi Mawardi. Ia memandu peserta workshop &#8220;Menulis Artikel Media Massa,&#8221; yang diadakan di Rumah Ikastara, 24 September 2011. Mendengar itu, sekitar 15 orang alumni lintas-angkatan yang menghadiri acara ini semakin terllihat bersemangat untuk mengetikkan jari mereka di laptop masing-masing, memulai menulis, apapun itu.</p>
<p><a href="http://www.ikastara.or.id/wp-content/uploads/2011/09/workshop-menulis-media-massa-Sep11-1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-31" title="workshop-menulis-media-massa-Sep11-1" src="http://www.ikastara.or.id/wp-content/uploads/2011/09/workshop-menulis-media-massa-Sep11-1-300x223.jpg" alt="" width="300" height="223" /></a></p>
<p><span id="more-29"></span>Ya, acara perdana yang cukup unik ini memang bermisi untuk menjebol keraguan para alumni untuk mulai menulis. Digagas oleh Ikastara Publishing dan Humas PP Ikastara, jangka panjang kegiatan ini adalah untuk menumbuhkan bibit-bibit penulis di kalangan alumni. Ke depannya, diharapkan semakin banyak alumni yang berani untuk menulis di media massa.</p>
<p>Bang Dodi, yang dalam kesehariannya adalah seorang penulis profesional, dengan senang hati meluangkan waktunya untuk membimbing rekan dan adik-adik alumni di kegiatan ini. Berbagai tips dan trik penulisan, yang merupakan &#8220;rahasia dapur&#8221; para penulis, dipaparkan dengan gamblang olehnya. Di antaranya adalah berbagai kesalahan kecil yang selama ini seringkali dilakukan oleh penulis pemula, seperti meng-edit tulisan setiap selesai menulis satu kalimat. Hal ini, menurut Bang Dodi, justru menghambat proses penulisan itu sendiri. Oleh karena itu, ujar Bang Dodi, <em>&#8220;Jangan berhenti saat menulis! Terus saja menulis. Meng-edit dilakukan belakangan!&#8221;</em></p>
<p><a href="http://www.ikastara.or.id/wp-content/uploads/2011/09/workshop-menulis-media-massa-Sep11-2.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-32" title="workshop-menulis-media-massa-Sep11-2" src="http://www.ikastara.or.id/wp-content/uploads/2011/09/workshop-menulis-media-massa-Sep11-2-300x212.jpg" alt="" width="300" height="212" /></a></p>
<p>Selain Bang Dodi, panitia juga menghadirkan Kristanto Hartadi, seorang jurnalis senior dan mantan pemimpin redaksi harian <em>Sinar Harapan</em>. Memperkaya apa yang dikatakan Bang Dodi di sesi pertama, Pak Kris menekankan pentingnya membangun kejelian untuk melihat sisi menarik kehidupan yang dapat dituangkan dalam tulisan. Pak Kris mengambil contoh beberapa inspirasi tulisannya, yang didapatnya dari kejadian sehari-hari. Buat sebagian besar orang, kejadian itu terlihat biasa, tapi dengan insting dan kreativitas, hal tersebut bisa menjadi karya tulis yang menarik dan informatif bagi orang banyak. Menurut beliau, insting dan kreativitas ini dapat dibangun dengan latihan secara terus menerus. Mendengar ini, para peserta workshop semakin antusias dan bersemangat.</p>
<p>Kegiatan yang berlangsung selama setengah hari ini diakhiri dengan komitmen bersama dari para peserta untuk terus menyebar-luaskan semangat menulis kepadar rekan-rekan alumni lain yang belum berkesempatan hadir. Oleh karenanya, peserta bersepakat untuk membentuk sebuah kelompok penulisan bernama <strong>Komunitas Penulis Ikastara (KOPI)</strong>. DIharapkan, komunitas ini dapat menjadi cikal-bakal satu kelompok lebih besar yang terus menggelorakan semangat menyebarkan pengetahuan melalui tulisan, sebagaimana janji yang telah diucapkan oleh alumni SMA Taruna Nusantara: <em>&#8220;Memberikan karya terbaik bagi masyarakat, bangsa, negara dan dunia.&#8221;</em></p>
<p><em>Cay Indra (TN-6)</em></p>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fwww.ikastara.or.id%2F2011%2F09%2Fworkshop-menulis-artikel-media-massa%2F&amp;title=Workshop%20Menulis%20Artikel%20Media%20Massa" id="wpa2a_12"><img src="http://www.ikastara.or.id/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ikastara.or.id/2011/09/workshop-menulis-artikel-media-massa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penyambutan TN-19 &amp; Halal Bihalal Ikastara UI</title>
		<link>http://www.ikastara.or.id/2011/09/penyambutan-tn-19-halal-bihalal-ikastara-ui/</link>
		<comments>http://www.ikastara.or.id/2011/09/penyambutan-tn-19-halal-bihalal-ikastara-ui/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Sep 2011 12:53:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cayindra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dukungan Studi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ikastara.or.id/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[Kurang dari 15 menit saya berkendara bersama beberapa orang adik angkatan 19 menuju restoran Ayam Tulang Lunak Hayam Wuruk di Jl. Margonda Raya, Rabu sore itu. Sesampainya di ruangan khusus yang telah dipesan di lantai 2, ternyata telah dipenuhi oleh sejumlah abang, kakak, rekan dan adik alumni SMA Taruna Nusantara. Kontan rombongan kami yang baru [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kurang dari 15 menit saya berkendara bersama beberapa orang adik angkatan 19 menuju restoran Ayam Tulang Lunak Hayam Wuruk di Jl. Margonda Raya, Rabu sore itu. Sesampainya di ruangan khusus yang telah dipesan di lantai 2, ternyata telah dipenuhi oleh sejumlah abang, kakak, rekan dan adik alumni SMA Taruna Nusantara. Kontan rombongan kami yang baru datang―dan masih banyak lagi yang datang nantinya―harus menggotong kursi masing-masing ke dalam ruangan tadi. Menilik pada daftar presensi, ternyata sudah hampir 70 orang anggota keluarga Ikastara UI yang hadir dengan sebaran dari abang angkatan 3 sampai yang termuda dari angkatan 19.</p>
<p><a href="http://www.ikastara.or.id/wp-content/uploads/2011/09/halal-bihalal-ui-Sept11-1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-23" title="halal-bihalal-ui-Sept11-1" src="http://www.ikastara.or.id/wp-content/uploads/2011/09/halal-bihalal-ui-Sept11-1-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a></p>
<p><span id="more-21"></span>Acara diawali dengan penjelasan tentang Divisi Dukungan Studi PP Ikastara Oleh Kak Hertin (TN7) sekaligus menyaring aspirasi tentang tema-tema yang diinginkan oleh adik-adik mahasiswa untuk kegiatan divisi ini di 3 tahun ke depan. Selanjutnya, Bang Deddi Nordiawan selaku Ketua Umum Ikastara sekaligus salah seorang lulusan FEUI memulai kata sambutan dengan memberikan presentasi singkat mengapa kita harus solid di Ikastara. Pada kesempatan itu, suasana sempat hening saat Bang Deddi memimpin doa bersama yang dikhususkan untuk rekan Muhammad Tegar Ikhwani TN17, anggota Ikastara UI yang wafat karena kecelakaan tepat sebulan lalu.</p>
<p>Setelah <em>break</em> shalat maghrib, makan malam yang telah dinanti-natikan (terutama oleh mahasiswa) pun datang. Suasana menjadi lebih cair, menyusul kombinasi meja makan beranggotakan enam orang lintas angkatan khas SMA, dengan sedikit pengecualian kali ini juga lintas gender. Diawali dengan ritus kecil rangkaian doa dan pengucapan ‘Selamat makan!” berjamaah, atmosfir kekeluargaan terasa begitu kental. Setiap meja heboh dengan nostalgia masing-masing; dari berbagai rumor ke humor.</p>
<p>Selain menjadi ajang bersilaturahmi dan berbagi pengalaman, agenda utama lainnya adalah untuk menyambut anggota baru dari angkatan termuda Ikastara UI, yaitu Angkatan 19. Acara perkenalan dimulai dengan beberapa abang dan kakak yang baru saja lulus pada tahun ini, dan dari tahun-tahun yang jauh sebelumnya, di depan ruangan. Canda jumawa tidak hanya berkoar dari antusiasme adik-adik setiap kali angkatan yang lebih senior memperkenalkan almamater fakultas masing-masing, tetapi juga ketika mereka yang masih mahasiswa memperkenalkan diri. Perkenalan Angkatan 16 dipimpin oleh Kak Afin Afini, Angkatan 17 oleh Dhani Yudhasmoro, Angkatan 18 oleh Yosua Nadapdap, sementara angkatan terbungsu memperkenalkan diri masing-masing satu per satu. Dari total 16 orang, 14 di antara mereka sempat hadir dalam acara yang dikoordinir oleh Divisi Dukungan Studi PP Ikastara tersebut.</p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-24" title="halal-bihalal-ui-Sept11-2" src="http://www.ikastara.or.id/wp-content/uploads/2011/09/halal-bihalal-ui-Sept11-2-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></p>
<p>Menyusul kemudian sesi berbagi cerita, kiat, nasehat, wejangan, hingga motivasi dari para ‘sesepuh’: Bang Achmad Edi Priyono (Aep) TN3, Bang Yori TN3, Bang Alexandra Ryan TN3, Bang Yudhi Prasetyo TN4, Kakak kembar Hertin &amp; Herlin TN7, Bang Muhammad Priangga TN8, Bang Sang Arifianto TN10, Bang Bayu Megantoro (Bawied) TN12,Kak Diana Riasari TN15, Kak Sri Gusni TN15, dan masih banyak lagi.</p>
<p>Pada sesi ini, kak Sri Gusni berbagi cerita kehidupannya sebagai mahasiswa yang juga aktif di organisasi. Saat disebut aktivis, sang kakak bilang ia lebih senang disebut sebagai aktivis kehidupan.. mantap! Kak Herlin, Bang Angga dan Bang Sang yang berprofesi sebagai dokter dan dokter gigi berbagi tips kehidupan kampus UI Salemba. Bang Aep menekankan tentang pentingnya mempertahankan disiplin ala TN walaupun sudah tidak di TN, bang Yudhi mendorong untuk menggunakan fasilitas UI yang luar biasa, kak Hertin mengingatkan tentang penyusunan prioritas, Kak Diana meminta untuk cepat adaptasi, dan  Bang Bawied yang berprofesi di bagian HRD membagi tips singkat tentang bagaimana menyiapkan diri bekerja sejak dari mahasiswa. Sangat bervariasi sekaligus menginspirasi.</p>
<p><a href="http://www.ikastara.or.id/wp-content/uploads/2011/09/halal-bihalal-ui-Sept11-3.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-25" title="halal-bihalal-ui-Sept11-3" src="http://www.ikastara.or.id/wp-content/uploads/2011/09/halal-bihalal-ui-Sept11-3-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a></p>
<p>Sesi ini ditutup dengan sharing berharga dari Bang Alexandra Ryan yang baru saja diwisuda dari MMUI dengan IPK 4,0. Dari sharing ini terungkaplah bahwa mendapat IPK 4,0 mungkin tapi memang tidak bisa simsalabim. Bang Alex mengatakan beliau tidak pernah bolos kuliah untuk hal yang tidak penting, selalu berusaha membagi waktu dengan disiplin, dan memperhatikan semua komponen penilaian dan mengerjakannya dengan maksimal.</p>
<p>Lewat pukul 9 malam acara ditutup namun hiruk pikuk masih berlanjut. Celoteh, tawa, dan <em>blitz</em> kamera menghiasi ruangan yang penuh sesak.  Sesi foto per angkatan, per fakultas, dll tidak bisa dihindarkan.  Kami yang masih duduk di sana-sini pun akhirnya kalah dengan tatapan memelas pengelola rumah makan pada pukul 10. Keakraban ini sangat khas Ikastara, <em>we are just never get enough time for nostalgia&#8230;</em></p>
<p><em>Rendra Sebastian Delano (TN-17)</em></p>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fwww.ikastara.or.id%2F2011%2F09%2Fpenyambutan-tn-19-halal-bihalal-ikastara-ui%2F&amp;title=Penyambutan%20TN-19%20%26%23038%3B%20Halal%20Bihalal%20Ikastara%20UI" id="wpa2a_14"><img src="http://www.ikastara.or.id/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ikastara.or.id/2011/09/penyambutan-tn-19-halal-bihalal-ikastara-ui/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Buka Puasa Bersama 2011: From Ikastara with Love</title>
		<link>http://www.ikastara.or.id/2011/09/buka-puasa-bersama-2011-from-ikastara-with-love/</link>
		<comments>http://www.ikastara.or.id/2011/09/buka-puasa-bersama-2011-from-ikastara-with-love/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Sep 2011 01:32:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cayindra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kekerabatan]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial Kemasyarakatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ikastara.or.id/?p=70</guid>
		<description><![CDATA[Buka bersama Ikastara &#38; keluarga besar alumni SMA Taruna Nusantara kali ini, di tahun 2011, terasa istimewa. Ikastara yang biasanya hanya mengundang kalangan internal alumni, kali ini mengundang beberapa orang tua alumni yang berdomisili di Jakarta. Sudah cukup? Belum. Istimewanya karena Ikastara memiliki tamu spesial, yaitu para anak-anak jalanan yang sehari-harinya beraktivitas di sekitar daerah Kota [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Buka bersama Ikastara &amp; keluarga besar alumni SMA Taruna Nusantara kali ini, di tahun 2011, terasa istimewa. Ikastara yang biasanya hanya mengundang kalangan internal alumni, kali ini mengundang beberapa orang tua alumni yang berdomisili di Jakarta. Sudah cukup? Belum. Istimewanya karena Ikastara memiliki tamu spesial, yaitu para anak-anak jalanan yang sehari-harinya beraktivitas di sekitar daerah Kota Tua, Jakarta Pusat.</p>
<p><a href="http://www.ikastara.or.id/wp-content/uploads/2011/09/syukuran-ikastara-Agu11-1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-77" title="syukuran-ikastara-Agu11-1" src="http://www.ikastara.or.id/wp-content/uploads/2011/09/syukuran-ikastara-Agu11-1-300x203.jpg" alt="" width="300" height="203" /></a></p>
<p><span id="more-70"></span>Divisi Kekerabatan bekerjasama dengan Divisi Sosial Kemasyarakatan, diberi amanah oleh PP Ikastara sebagai pelaksana kegiatan ini. Dimotori oleh para personilnya yaitu Gamma, Bawied, Lizta, Sri dan Listya, tim ini bahu membahu mempersiapkan acara ini sebaik mungkin.</p>
<p>Penentuan lokasi di Museum Bank Mandiri yang berada di area Kota Tua, Jakarta Pusat, lebih dimaksudkan untuk memudahkan koordinasi dan mobilisasi para anak jalanan tersebut. Pemesanan makanan sebagai logistik konsumsi buka bersama ini juga dilakukan secermat mungkin, terutama terkait dengan pemilihan menu dan model penyajian. Tim juga berkeliling dari pasar ke pasar membeli paket bingkisan untuk para anak jalanan beserta para pembimbingnya.</p>
<p>Hari yang dinanti pun tiba. Satu persatu alumni pun berdatangan. Tak kenal umur, tua muda besar kecil langsung cair menyatu dalam suasana kekeluargaan khas Ikastara. Bersamaan dengan hadirnya sang tamu istimewa, para anak jalanan beserta para pembimbingnya dan beberapa orangtua dari mereka.</p>
<p><a href="http://www.ikastara.or.id/wp-content/uploads/2011/09/syukuran-ikastara-Agu11-5.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-78" title="syukuran-ikastara-Agu11-5" src="http://www.ikastara.or.id/wp-content/uploads/2011/09/syukuran-ikastara-Agu11-5-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a>Acara dibuka oleh duet MC handal, Listya dan Aditya, dengan perkenalan dan games-games ringan yang mengundang para anak jalanan tersebut berinteraksi secara aktif. Tentu saja disertai dengan doorprize untuk memeriahkan suasana. Antusiasme mereka terlihat jelas, terutama dalam mengikuti games ini. Tingkah laku mereka khas anak-anak. Penuh energi. Ceria. Tak kenal takut. Penuh rasa ingin tahu.<br />
Namun memang ada hal yang menonjol selain keceriaan mereka ini. Mereka, seperti halnya anak-anak lain, selalu butuh kasih sayang. Beberapa dari mereka terlihat merapat ke para alumni. Bercerita dan berdialog entah apa saja. Berusaha menarik perhatian para alumni untuk berbagi kehangatan dalam suasana kekeluargaan. Sesuatu yang mungkin tak lengkap dalam kehidupan keseharian mereka.<br />
Sungguh tak mudah menjadi mereka, di usia yang masih belia, dengan segala keterbatasan yang ada, mereka sudah harus menjadi mandiri.</p>
<p>Mereka anak-anak yang istimewa yang “dititipkan” oleh Sang Pencipta pada orang yang istimewa juga. Tidak semua orang diberi “keistimewaan” untuk dapat memberikan kasih sayang dan perhatian kepada mereka.</p>
<p>Kembali ke acara, ketika waktu Maghrib tiba, suara adzan berkumandang merdu di seantero ruangan aula Museum Bank Mandiri tersebut. Para alumni putri dengan cekatan membagikan ta’jil kepada para hadirin yang dilanjutkan dengan sholat Maghrib berjamaah di musholla Museum Bank Mandiri.</p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-79" title="syukuran-ikastara-Agu11-4" src="http://www.ikastara.or.id/wp-content/uploads/2011/09/syukuran-ikastara-Agu11-4-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></p>
<p>Selanjutnya, acara makan malam bersama berjalan dengan khidmat. Suasana Aula Museum Bank Mandiri terasa hening, hanya sesekali terdengar beberapa peserta berdialog sambil menghabiskan makanannya.<br />
Oh iya, ngomong-ngomong tentang peserta dan makanan, ada cerita unik di sini. Sejak awal panitia telah mengumumkan bahwa alumni yang berminat hadir harus mengkonfirmasi keikutsertaannya agar panitia dapat menyesuaikan dengan jumlah konsumsi yang dipesan. Tapi ternyata, animo alumni untuk hadir sungguh luar biasa. Tercatat alumni yang hadir lebih dua kali lipat dari yang mendaftar. Tentu saja tidak mencukupi dari segi pengadaan konsumsi, sehingga panitia harus mengambil keputusan cepat untuk menambah jumlah konsumsi yang disediakan. Alhamdulillah, sebelum adzan Maghrib, masalah ini dapat diselesaikan dengan baik.</p>
<p>Acara dilanjutkan dengan presentasi dari Ketua Umum Ikastara, Deddi Nordiawan. Deddi bercerita tentang struktur, rencana kerja dan perkembangan Ikastara kepada para alumni yang hadir, disertai dengan diskusi dua arah. Alumni sulung, Tribuana, tak mau ketinggalan memberikan nasihat dan masukan kepada para adiknya yang disimak penuh perhatian oleh para peserta dengan rasa respek yang mendalam.</p>
<p>Perwakilan orang tua alumni yang hadir, Bapak Mulya Santana, ayah Idzni, menyampaikan rasa kagumnya atas silaturahim yang terjalin dengan erat di Ikastara. Pesan beliau agar alumni SMA TN harus mampu mempertahankan ikatan persaudaraan ini dan menjadikannya sebagai silaturahim yang bernilai tambah, bukan sekedar kumpul-kumpul saja.</p>
<p>Tak terasa, lima jam hampir berlalu. Memang, salah satu tipikal khas Ikastara ini, setiap ada silaturahim, waktu seperti tak terasa berlalu. Walau memang harus diakhiri karena hari sudah semakin malam.<br />
Di penghujung acara, Andhyka membaca doa dengan gaya dan bahasanya yang khas sebagai seorang trainer dan motivator handal, penuh kharisma, membawa para peserta pada sebuah renungan tentang arti sebuah doa yang lebih mendalam serta kebersamaan sebagai keluarga besar.</p>
<p><a href="http://www.ikastara.or.id/wp-content/uploads/2011/09/syukuran-ikastara-Agu11-3.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-83" title="syukuran-ikastara-Agu11-3" src="http://www.ikastara.or.id/wp-content/uploads/2011/09/syukuran-ikastara-Agu11-3.jpg" alt="" width="500" height="200" /></a>Sebelum acara ditutup, Gamma memimpin lagu Hymne Alumni yang dinyanyikan oleh seluruh peserta yang membahana memecah keheningan malam di Aula Museum Bank Mandiri tersebut. Lagu yang mengingatkan para peserta tentang janji setiap alumni untuk memberikan karya terbaiknya dimanapun berada.</p>
<p>Terimakasih atas suasana penuh cinta dan kehangatan yang telah Ikastara bagi bersama keluarga besarnya yang sungguh menakjubkan. Sungguh tiada nuansa kekeluargaan yang terjalin sedemikian erat seperti ini di belahan dunia manapun. Kami hanya bisa bilang, ini <em>from Ikastara with Love.</em></p>
<p><em>Gamma Quieto Riantori (TN-8)</em></p>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fwww.ikastara.or.id%2F2011%2F09%2Fbuka-puasa-bersama-2011-from-ikastara-with-love%2F&amp;title=Buka%20Puasa%20Bersama%202011%3A%20From%20Ikastara%20with%20Love" id="wpa2a_16"><img src="http://www.ikastara.or.id/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ikastara.or.id/2011/09/buka-puasa-bersama-2011-from-ikastara-with-love/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bocah-bocah Pirikan: Ketika Alumni Memaknai SMA TN</title>
		<link>http://www.ikastara.or.id/2011/08/bocah-bocah-pirikan-ketika-alumni-memaknai-sma-tn/</link>
		<comments>http://www.ikastara.or.id/2011/08/bocah-bocah-pirikan-ketika-alumni-memaknai-sma-tn/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Aug 2011 15:52:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cayindra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ikastara Publishing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ikastara.or.id/?p=34</guid>
		<description><![CDATA[Ada sesuatu yang spesial dalam rangkaian acara 20 tahun SMA Taruna Nusantara 17 Juli 2010. Dalam event ini untuk pertama kalinya diluncurkan buku “Bocah-bocah Pirikan: Refleksi 20 tahun SMA Taruna Nusantara” yang diterbitkan oleh Ikastara Publishing. Buku ini berisi rangkuman kisah-kisah inspiratif dari 45 orang alumni SMA Taruna Nusantara, tentang pelajaran berharga yang telah mereka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://www.ikastara.or.id/wp-content/uploads/2011/09/bocah-bocah-pirikan.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-36" style="border-style: initial; border-color: initial; border-width: 0px;" title="bocah-bocah-pirikan" src="http://www.ikastara.or.id/wp-content/uploads/2011/09/bocah-bocah-pirikan-300x252.jpg" alt="" width="300" height="252" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Ada sesuatu yang spesial dalam rangkaian acara 20 tahun SMA Taruna Nusantara 17 Juli 2010. Dalam event ini untuk pertama kalinya diluncurkan buku <em>“Bocah-bocah Pirikan: Refleksi 20 tahun SMA Taruna Nusantara”</em> yang diterbitkan oleh Ikastara Publishing. Buku ini berisi rangkuman kisah-kisah inspiratif dari 45 orang alumni SMA Taruna Nusantara, tentang pelajaran berharga yang telah mereka dapatkan selama mendapatkan penggemblengan di kampus biru SMATN. Para penulis tersebar dari angkatan ke-1 hingga angkatan ke-18, sehingga membaca penggalan kisah-kisah mereka menjadi semacam refleksi terhadap perjalanan SMA Taruna Nusantara.</p>
<p><span id="more-34"></span>Dalam proses pemilihannya, nama ke-45 alumni ini mereka diusulkan oleh rekan alumni yang lain, karena dianggap representatif dan patut menjadi teladan. Mereka berasal dari beragam profesi: tentara, polisi, arsitek, teknisi, dokter, dosen, pengusaha, pengacara, hakim, peneliti, profesional, konsultan, karikaturis, penulis, mahasiswa, dan lain-lain. Meskipun bergerak di medan pengabdian yang berbeda, namun komitmen dan janji alumni SMATN tetap sama, seperti tertuang di Tri Prasetya Siswa SMA Taruna Nusantara yang kata-katanya menghiasi halaman-halaman awal buku ini.</p>
<p>Komitmen ini diperkuat lagi oleh Ibu Hj. Ani Bambang Yudhoyono, Ibu Negara RI yang memberikan sambutan di buku ini mewakili orang tua alumni (putra pertama beliau, Agus Harimurti Yudhoyono, adalah alumni SMATN 1994-1997). Satu hal yang menarik dari sambutan beliau adalah <em>&#8220;&#8230;di tengah globalisasi dan perubahan jaman yang demikian cepat, karakter kita sebagai bangsa Indonesia dan rasa ke-Indonesia-an (nasionalisme) harus tetap kuat&#8230; .&#8221;</em> Wejangan Ibu Ani tampaknya sangat relevan dengan kondisi masyarakat kita saat ini seperti diombang-ambing oleh berbagai ideologi sektarian dan tercerabut dari akar ke-Indonesia-an. Di sinilah peran strategis alumni SMATN, yaitu mempertahankan nasionalisme dan sekaligus menjadi konduktor sebuah orkestra keberagaman masyarakat dan budaya Indonesia yang unik.</p>
<p>Jika anda ingin mendapatkan <em>Bocah-bocah Pirikan</em>, silahkan menghubungi Humas PP Ikastara, atau silakan kunjungi mini-site buku ini untuk informasi lebih lanjut: <a href="http://www.ikastara.org/bocahpirikan">http://www.ikastara.org/bocahpirikan</a></p>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fwww.ikastara.or.id%2F2011%2F08%2Fbocah-bocah-pirikan-ketika-alumni-memaknai-sma-tn%2F&amp;title=Bocah-bocah%20Pirikan%3A%20Ketika%20Alumni%20Memaknai%20SMA%20TN" id="wpa2a_18"><img src="http://www.ikastara.or.id/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ikastara.or.id/2011/08/bocah-bocah-pirikan-ketika-alumni-memaknai-sma-tn/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penyambutan TN-19 oleh Ikastara Paris van Java</title>
		<link>http://www.ikastara.or.id/2011/07/penyambutan-tn-19-oleh-ikastara-paris-van-java/</link>
		<comments>http://www.ikastara.or.id/2011/07/penyambutan-tn-19-oleh-ikastara-paris-van-java/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Jul 2011 06:48:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cayindra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dukungan Studi]]></category>
		<category><![CDATA[Ikastara Cabang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ikastara.or.id/?p=178</guid>
		<description><![CDATA[Di penghujung bulan Juli lalu, 3 hari sebelum Bulan Ramadhan datang, ada acara spesial bagi keluarga Ikastara di kota Bandung. Hari Jumat tanggal 29 Juli 2011, Ikastara Bandung (Paris van Java/PVJ) bersama Divisi Dukungan Studi PP Ikastara mengadakan penyambutan adik-adik TN19, alumni kampus biru kita yang baru saja menyelesaikan status siswa mereka. Biasanya, acara ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di penghujung bulan Juli lalu, 3 hari sebelum Bulan Ramadhan datang, ada acara spesial bagi keluarga Ikastara di kota Bandung. Hari Jumat tanggal 29 Juli 2011, Ikastara Bandung (Paris van Java/PVJ) bersama Divisi Dukungan Studi PP Ikastara mengadakan penyambutan adik-adik TN19, alumni kampus biru kita yang baru saja menyelesaikan status siswa mereka. Biasanya, acara ini dilaksanakan bersama-sama dengan acara buka bareng Ikastara PVJ, tapi agar lebih ‘terasa’ dan spesial, tahun ini acara dibuat terpisah.</p>
<p><a href="http://www.ikastara.or.id/wp-content/uploads/2011/10/TN19-PVJ-02.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-180" title="TN19-PVJ-02" src="http://www.ikastara.or.id/wp-content/uploads/2011/10/TN19-PVJ-02-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span id="more-178"></span>Acara ini sediri disesuaikanlah dengan kondisi Ikastara Bandung yang dipenuhi mahasiswa, sehingga konsep yang dipakai simple, sederhana, campus centric, dan yang pasti hemat. Dengan pertimbangan lokasi yang strategis, maka terpilih Lapangan Basket ITB sebagai posisi Ikastara PVJ berkumpul. Hari Jumat terpilih sebagai hari yang cukup beruntung untuk menikmati hangatnya suasana kekeluargaan ini.</p>
<p>Sekitar pukul 13.30 pepohonan di kampus ITB terasa cukup menyejukkan untuk memulai acara penyambutan ini. Lalu hal yang lebih luar biasa lagi, acara ini turut dihadiri Bang Deddi selaku Ketua Ikastara Pusat. Beliau hadir bersama istri, yaitu Kak Hertin. Hal yang berkesan bagi kami dimana beliau sungguh telah menyempatkan ke Bandung untuk bergabung bersama keluarga Ikastara PVJ dan bertemu dengan adik-adik TN-19 yang baru mengisi Kota Bandung. Selain Bang Deddi dan Kak Hertin, acara ini juga dihadiri oleh Bang Alvernia Rendra yang jauh-jauh dari Jogja.</p>
<p><a href="http://www.ikastara.or.id/wp-content/uploads/2011/10/TN19-PVJ-01.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-181" title="TN19-PVJ-01" src="http://www.ikastara.or.id/wp-content/uploads/2011/10/TN19-PVJ-01-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a></p>
<p>Acara dibuka dengan sambutan dari Bang Agus Setyawan TN-15 selaku Ketua Ikastara PVJ periode 2010-2011. Dalam sambutannya, selain mengucapkan selamat datang dan memberi gambaran kegiatan-kegiatan Ikastara PVJ, Bang Agus juga menekankan betapa gemerlapnya Bandung dengan berbagai hiburan dan aktivitasnya sehingga kita harus tetap saling menjaga, mengingatkan, dan saling support.</p>
<p>Setelah pesan-pesan dari Bang Agus, kemudian giliran Bang Deddi yang memberikan sambutan. Bang Deddi mengucapkan selamat datang kepada TN 19 serta memberi gambaran-gambaran tentang Ikastara secara umum. Bang Deddi menekankan pentingnya silaturahim antar alumni agar tercipta sinergi positif yang saling bermanfaat.</p>
<p>Kemudian dilanjutkan oleh Kak Hertin selaku koordinator Divisi Dukungan Studi PP Ikastara. Banyak sekali agenda yang sudah dibuat oleh divisi ini untuk mendukung peningkatan kualitas SDM Ikastara terutama bagi para mahasiswa. Hal ini tentu saha dirasakan luar biasa bagi adik-adik TN-19 dan yang lain yang masih berstatus mahasiswa mengingat pngembangan kualitas diri memang dibutuhkan sejak masih mahasiswa dan ternyata IKASTARA sangat mendukung hal ini.</p>
<p><a href="http://www.ikastara.or.id/wp-content/uploads/2011/10/TN19-PVJ-03.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-182" title="TN19-PVJ-03" src="http://www.ikastara.or.id/wp-content/uploads/2011/10/TN19-PVJ-03-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a></p>
<p>Sesi selanjutnya diisi dengan perkenalan adik2 TN19 secara bergantian per kelompok yang terdiri dari 6-10 orang. Pada kesempatan itu, sebanyak 45 orang TN19 yang hadir bergantian memperkenalkan diri sambil menyebutkan tempat kuliah, asal daerah, dan cita-cita. Menarik karena banyak sekali yang cita-citanya tidak berhubungan dengan jurusan yang saat ini akan digeluti di dunia perkuliahan. Ada beberapa adik TN19 yang tidak kuliah atau tinggal di Bandung tapi menyempatkan datang juga dan menambah karamaian suasana.</p>
<p>Setelah itu, peserta dibagi per jurusan dan diberi kesempatan untuk bertanya pada abang dan kakaknya secara lebih detil tentang dunia perkuliahan. Selain juga menjadi ajang sharing abang-kakaknya tentang manis pahit sebagai mahasiswa, lingkungan kemahasiswaan seharusnya bagaimana, tentang jurusan-jurusan, cara belajar, dan hal-hal khas mahasiswa lainnya.</p>
<p>Ketika jarum jam menunjukkan pukul 15.00 acara ini ditutup secara formal dengan hal wajib yang ditunggu-tunggu setiap acara, foto bareng!! Malam harinya, kami berjanji berkumpul kembali untuk nonton <em>Harry Potter and the Deadly Hollow</em> <em>part 2</em> yang baru saja diputar di bioskop pada hari itu. Seru sekali persaudaraan itu!</p>
<p>Selamat datang adik-adik TN-19 di Kota Bandung&#8230; . Selamat Berkarya dan Berprestasi!</p>
<p><em>Valid Hasyimi &amp; Jill Tania</em></p>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fwww.ikastara.or.id%2F2011%2F07%2Fpenyambutan-tn-19-oleh-ikastara-paris-van-java%2F&amp;title=Penyambutan%20TN-19%20oleh%20Ikastara%20Paris%20van%20Java" id="wpa2a_20"><img src="http://www.ikastara.or.id/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ikastara.or.id/2011/07/penyambutan-tn-19-oleh-ikastara-paris-van-java/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

